Cara bayar pajak penghasilan yang g pernah diajarin di sekolah

Cara bayar pajak penghasilan yang g pernah diajarin di sekolah

Hampir semua negara tidak mengajarkan perpajakan di kurikulum sekolah dasar, walaupun pelajaran itu bisa disematkan hanya bagaimana mendaftar dan membayar. Atau mungkin bahkan tak ada satupun kurikulum negara manapun yang mengajarkan pajak.

Sebelum membahas cara membayar pajak, tahukah kamu mengapa warga negara HARUS membayar pajak? Bukannya pemerintah bisa mencetak uang sendiri (melalui perum PERURI)? Atau bukankah pemerintah menguasai sumber daya seperti PLN atau yg bisa menghasilkan uang? Bukannya Bank Mandiri, BRI dan BNI juga punya pemerintah dan pastinya banyak uangnya?

Begini… pada dasarnya menurut aturan pendirian negara, negara tidak boleh ikut campur dalam segala kegiatan usaha. Takutnya negara tersebut bersikap monopolitis. Permisalan: suatu saat jual beli ikan dan lobster dimonopoli oleh perusahaan negara bernama PERUM IKAN, dimana para nelayan tidak bisa menjual ikan ke pasar karena PERUM IKAN menjual sangat murah. Loh, klo begitu bagaimana dengan PLN? Itu pengecualian karena sumber daya kritis, dan sebaliknya pemerintah di Indonesia malah rugi karena banyak mengsubsidi harga listrik. Loh klo pada dasarnya g boleh melakukan kegiatan usaha, terus pemerintah dapat uang darimana? Ya intinya melalui pajak. Terkait cetak mencetak uang kok tidak boleh seenaknya bisa baca artikel berikut: Nilai uang tergerus menerus.

G bayar pajak? Mau hidup barbar, bro? Baca artikel berikut “Argentina krisis, pemerintahnya terlalu baik subsidi mulu.” (artikelnya mau dibikin, entar ya)

Berikut review APBN 2020 supaya kamu mengerti bagaimana vitalnya pajak untuk Indonesia.

Cara bayar pajak penghasilan dimulai dari “punya nomor pajak”, dalam hal ini NPWP. NPWP singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak. Apa itu Wajib Pajak? Wajib Pajak adalah orang yg punya kewajiban pajak.

Ada 4 kewajiban pajak termasuk membayar:

  1. Menghitung. Jangan minta diitungin mulu, pegawai pajak belum tentu tahu penghasilanmu, tapi itu “kewajiban”-mu kepada Negara. Tapi klo kamu sengaja ngitungnya disedikitin, klo ketahuan bisa sakit dendanya.
  2. Membayar. Setelah ngitung sendiri, dari hitungan itu dilakukan pembayaran. Kemana? Ke bank atau mungkin dititipkan ke pihak ketiga karena dipotong/dipungut sama contohnya Indomaret Alfamart.
  3. Memungut/Memotong. Si Indomaret tuh contohnya.
  4. Menyetor. Ini si pihak ketiga yg “dititipin” dan kamu sendiri nyetor duitnya ke bank.

Loh, kok ada BAYAR dan SETOR, kan sama aja? Beda. Kalau bayar belum masuk ke rekening negara, bisa jadi dititipin ke tetangga sebelah si Indomaret Alfamart. Kalau setor udah pasti masuk rekening negara walaupun yg disetorin uangnya temen, si pelanggan.

Langkah bayar pajak penghasilan sebagai warga negara yang baik:

  1. Punya NPWP dulu. bisa daftar melalui pajak.go.id klo g mau datang ke kantor pajak langsung.
  2. Hitung sendiri pajak. Setidaknya untuk memulai, cukup tahu berapa PTKP (batas permulaian agar penghasilan bisa dikenai pajak, dibawah itu g kena) dan lapisan tarif penghasilan orang pribadi 5-15-25-30. (masih draft, akan diperlebar lagi).
  3. Buat kode billing sesuai perhitungan ke bank.
  4. Setorkan uang (bisa melalui ATM)
  5. Lapor penghasilan tiap tahun melalui Tahunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *