Panduan memulai usaha. Gak baca dijamin nyesel seumur hidup.

Panduan memulai usaha. Gak baca dijamin nyesel seumur hidup.

(draft, kalau baca silahkan,)

  1. Kalau kamu penggemar Robert T. Kiyosaki dalam Gamenya Cashflow 101, maka dapat ditarik pelajaran bahwa mencari modal untuk usaha tidak selalu identik dengan berhutang, tapi bisa dilakukan dengan “menjadi pegawai” di tempat lain. Dari penghasilan gaji tersebut dipergunakan untuk modal usaha. Sampai usaha tersebut bisa “stabil menghasilkan”. Jangan memaksa berhutang kalau masih sekedar potensi yg “tidak pasti” dan jika gagal justru merusak masa depan. Bertarunglah di kondisi yang pasti menang, seolah2 kamu bertaruh nyawa.
  2. Jangan mengedepankan ego untuk memulai usaha dengan harga tinggi karena berbagai macam keuntungan seperti lokasi strategis. Misal kamu memulai usaha dengan lokasi strategis, mulailah dengan harga standar atau lebih murah (promo) dan baru jika sudah mulai ramai, naikkan pelan2 untuk menyesuaikan “repot” dengan keuntungan.
  3. Usaha yg tidak membutuhkan modal banyak adalah “potong rambut” (barber pria, atau salon wanita). Modalnya hanya gunting. Dan tergantung dengan tempat. Kalaupun tak ada pelanggan, peralatan gunting dan cukurmu takkan daluarsa. Untuk awal bisa promo potong rambut 5ribu, jika tak sesuai toh juga “ada harga ada kualitas”. Kamu bisa belajar karena pasang murah.
  4. Jangan mencontek usaha di tempat lain, belum tentu hasilnya dijamin sama. Cek lokasimu. Kamu contek bisnis kopi lesehan yang harganya satu cangkir 20ribu g bakalan laku jika kiri kananmu ternyata banyak yg jualan 2ribu-3ribu secangkir. Apalagi kamu ternyata ambil posisi di desa yg tipikal masyarakatnya kurang (atau bahkan tidak suka) suka kopi mahal.
  5. Usaha yang sedang booming itu mirip seperti masuk MLM, makin lama supply makin banyak dan demand makin menyusut karena banyak saingan. Jadi perhatikan apakah saat ini moment yang tepat untuk masuk atau lewatkan saja. Jika kiri kananmu udah mengambil posisi dan kliatan antara pelanggan dan penjual ternyata bakalan banyak penjual, mundur saja. Cari prospek yang lain. Kecuali kamu beneran yakin bisa nyaingi para penjual itu dengan segala kualitas produk yg kamu tawarkan (murah meriah, bukan sekedar murahan).
  6. Jangan berekspektasi optimis terhadap pelanggan. Posisikan dirimu sebagai pelanggan, kenapa harus beli ditempatmu. Be realistist.
  7. Lokasi adalah segalanya, karena dengan lokasi itu maka calon pelanggan dapat diprediksi. Misal kamu jualan di tempat dekat sekolah/kuliah, tapi tempat jualan kamu g pernah dilewati anak sekolah/kuliah, sama aja boong. Menyewa tempat jika tidak diperhitungkan berapa pelanggan yg secara realistis masuk dan keuntungannya, bisa bisa kamu tekor di uang sewa. Banyak usaha yg bangkrut karena biaya sewa lebih besar dibanding keuntungan yg didapat.
  8. Mendelegasikan usaha ke karyawan boleh, asalkan sudah tahu keuntungan yg didapat. Jadi kalau asal2an, bisa tekor di gaji. Karena dasar mendelegasikan ke karyawan adalah membagi “repot dan hasil”. Karyawan gratisan adalah diri sendiri, istri/suami dan anak.
  9. Jika kamu suka jualan musiman, cek kalender. Misal tahun baru rame apa. Tapi jangan berjualan yang tahun depannya bisa2 tidak laku, Resiko tinggi. Misal jualan terompet pas tahun baru dimana orang-orang sekarang lebih suka merayakan di rumah (faktor mobile).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *